It’s You (Neorago)

It’s You (Neorago)

Author : Kikyo

Maincast : Kim Hye Ji

               Kim Ryeowook

               Choi Siwon

               Lee Donghae

               Yoon Eun Ra

Genre : sedikit Romance

Ini FF pendek pertama ku.. semoga suka,,, ^^

~****~

Universitas Hanguk bukanlah universitas yang biasa.. melainkan tempat dimana mahasiswa yang berbakat dan anak – anak dari orang – orang  yang mempunyai kehidupan Mapan alias orang kaya.  Kim hye ji adalah salah satu dari seribu yang beruntung mendapatkan besiswa ke universitas tersebut. Karena dia hanyalah seorang gadis dari keluarga Sederhana. Dia beruntung masuk universitas tersebut karena kecerdasan dan bakatnya.

~Hye ji Pov~

“Ya.. hye ji.. ilyona,,, ppali…!!” Panggil Eomma seraya mngetuk pintu kamar

Aku pun terhempas ke lantai akbat teriakan eomma.

“Aissh…Aku seperti ini karena eomma memintaku membantunya membuat kimchi sampai larut malam”. Gumam ku dalam hati.

“Ne.,. aku sudah bangun.”  Jawabku

“Ppali ini kan hari pertamamu masuk universitas. Eomma sudah menyiapkan bekalmu, makanlah nanti. Sekarang kau sudah tidak sempat lagi.” Saran Eomma

Arra.. gereom.. eomma aku berangkat. Aku pun bergegas pergi dengan mengandarai sepeda kesayanganku. Untunglah  jarak dari rumah menuju universitas tidak jauh.

#setibanya di Universitas

didepan gerbang aku menunggu sahabatku Yoon Eun Ra. karena dia kaya dia bisa kuliah ditempat ini.. berbeda denganku yang masuk kuliah karena Beasiswa. tak lama kemudian terlihat eun ra  menghampiriku… aku memeluknya dan berteriak kegirangan “Uwaaahh.. dabak!!! Akhirnya aku belajar di universitas hangook”. Teriakku yang tak sadar bahwa semua orang telah memelototiku.

“Ah.. pabo hye ji”. Gumamku dalam hati sambil memukul mukul kepala ku sendiri

“Ya.. apa yang kau lakukan gadis bodoh!!!” Seseorang berkata dari balik tubuhku

Aku pun langsung membalikan badanku, dan siapa yang kulihat. Pria ini lumayan juga, tapi.. tentu saja aku  tak mudah terpana akan ketampananya.

Aku pun langsung berteriak pada pria yang ada dihadapan ku ini.

“Ya… apa yang kau katakan?! Kau bilang aku bodoh.. kalau aku bodoh aku tak akan berada disini sekarang. Apa salahnya dengan ucapanku tadi? Apa hakmu mengomentari ku. Kau fikir kau ayahku… kau fikir kau mengenalku?!!” Ucapku panjang lebar dengan kecepatan 100mil per jam??????

“sudah lah hentikan Hye Ji.. apa gunanya meladeni pria Sombong seperti dia” ucap eun ra membela

“Aisssh… kau ini yeoja yang cerewet juga. Ah.. membuat telingaku sakit.” Ucap pria itu sambil mengusap – usap teliganya.”hei.. apa yang kau katakan?? pria sombong” kini ucapannya berbalik mengarah eun ra

“Ppali siwon. Apa gunanaya mengganggu yeoja – yeoja ini. “Sahut donghae

 “Kau benar.. kajja kita pergi.” Balas siwon

“Pergilah sana. Dasar pabo namja.” Ketiga pria itu pun pergi berlalu melewatiku dan eun ra. Tapi.. kenapa pria yang satu ini diam saja, tak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya. Tatapanku pun tak lepas melihat kearah pria itu. Walaupun saat ini hanya punggungnya yang terlihat. Namun…Tatapan ku pun sirna, sesaat setelah bel masuk berbunyi.

@kelas Spesial

~hye ji pov~

“Ah.. beruntungnya aku. Aku sangat bersyukur karena masuk kelas special ini. dan duduk bersama sahabatku eun ra” Gumamku dalam hati. Tapi kebahagiaanku hancur sesaat setelah melihat wajah – wajah yang tak asing itu.

“Apa….. Andweeee!!!” Ucapku dalam hati. “Kenapa namja – namja ini ada disini???”

“Hey.. kau lagi??!!” Ucap siwon. “Ah.. kupingku bisa rusak kalau kau berada di sini.” Sambungnya.

“Ap…. “Ucapanku terpotong karena dosen telah tiba.

“Uuuhh.. menyebalkan sekali. Kenapa mereka berada dalam satu kelas dengan ku???!!” Ucap ku geram dalam lubuk hati yang terdalam.

Ringdingdong..ringdingdong..

Bel akhirnya  berbunyi.

 Istirahat makan siang yang ku nantikan akhirnya tiba.

“Ah.. akhirnya, aku bisa makan juga. Cacing –cacing di perutku sudah berdemo sejak mata kuliah pertama di mulai.” Ucapku dalam hati

Akupun bergegas mengeluarkan kotak bekalku dan meletakkannya diatas meja, kemudian menutup kembali retsleting tasku.. tapi seketika, sesaat sebelum tanganku sampai pada kotak bekalku.

“Hey.. waah apa ini?? Apa di tahun 2012 ini orang – orang masih membawa bekal?? Apa kau ini anak TK?” Ejek siwon

“Ya.. apa masalahku denganmu? Apa kau punya masalah denganku. Aku tidak mengenalmu sebelumnya. Jadi jagan mengganggu ku!!!” Teriakku meluapkan semua kekesalan yang di perbuatnya kepadaku sedari pagi.

” hey,,, pria sombong.. kenapa kau terus mengganggu temanku??? apa tidak ada pekerjaan lain” bela eun ra

“Dia benar siwon, untuk apa kau mengganggunya? Sudah kembalikan kotak itu. Kasihan,, lihat saja, sepertinya dia belum makan dari pagi.” Saran salah satu temanya itu.

“Dia.. “ucapku dalam hati sambil menatap kagum kearahnya. “Kenapa dia bisa tau?!”

“Ah.,,. Baik lah, ini ku kembalikan.” Sambil meletakkan kembali kotak bekalku diatas meja.

“Kajja,,. Kita pergi. Lagi pula apa kalian tidak lapar?!” Ucap temannya yang lain. Yaitu donghae

“Wahh.. dia anak yang penurut juga. Siap sebenarnya peria itu. Begitu dia memerintah, siwon langsung setuju.” Gumamku dalam hati.

Kemudian aku pun bergegas meniggalkan kelas menuju taman, eun ra kali ini tidak bisa bersama ku karena dia harus mendaftar untuk bergabung dengan grup ballet diuniversitas. aku mulai mencari tempat  yang tenang untuk makan bekal yang pasti enak buatan eomma. Tapi.  Siapa yang kulihat. Pria tampan dibawah pohon pinus sambil membaca. “Itu dia..!!!” akupun tak segan menghampirinya.

“Gomawoya… “ucapku penuh percaya diri dengan volume yang aga keras. Kini aku pun duduk tepat berada di hadapannya.

Dia yang serius membacapun sepertinya sedikit terganggu dengan keberadaan ku. Sampai – sampai buku yang di genggamnya pun terlempar.

“Aigoo.. apa kau mau membunuhku??? Kalau aku jantungan bagai mana?” Ucapnya sedikit kesal sambil mengambil kembali buku yang terlempar. “Kenapa kau berteriak seperti itu,, “ sambungnya.

“Ah.. anni. Mana mungkin aku mau membunuhmu. Mianhae..” ucapku penuh sesal.

“Mau apa kau?!” Tanyanya

“Uummh…. Aku hanya ingin  berterimakasih, karna kau sudah menyelamatkan bekalku.” Ucapku sambil mengangkat kotak bekal tepat dihadapannya dan mengeluarkan senyuman andalan ku.

~Ryeowook Pov~

“Senyuman itu..!!” Ucapku dalam hati. “Ya tuhan…”

“Ya. Kenapa kau melamun??”Tanya nya membuyarkan lamunanku

“Ah.. itu bukanlah hal besar. Lagipula wajahmu seperti orang yang belum makan seminggu. “Ucapku sedikit ketus

~ hye ji pov~

Aku hanya bisa memajukan bibirku. *alias manyun

“Tentu saja ini hal besar. Ini adalah bekal buatan eomma ku yang paling enak sedunia. Kenapa kau tidak makan? Apa kau tidak lapar? Bagaimana kalau kita berbagi?” Ucapku panjang lebar

“Kenapa kau tidak makan sendiri. Bukankah kau belum makan dari pagi?!” Jawabnya

“Kenapa kau bisa tau?!” Tanyaku heran

“Terlihat diwajahmu!!” Jawabnya singkat

Akupun bingung sambil memegangi wajahku. Dan ia hanya bisa tersenyum

“Tak apa.,. bagaimanapun kau sudah menyelamatkan bekalku. Kalau tidak,, mungkin saja aku tak bisa memakannya. Cobalah,, ini adalah bekal terenak sedunia.” Pintaku

“Baiklah… “kemudiaan ia mengambil satu potong nasi gulung dan memakannya. Dan mengunyannya secara perlahan.

“Bagaimana?? Enakkan?!. “ Ia hanya mengangguk,

“Ah.. namamu siapa?!” Tanyaku. Namun seketika ia tesedak dam batuk – batuk

“Eh.. gwenchana??!!” Tanyaku heran dan segera mengambilka susu kotak yang berada di dalam kotak  bekalku.

“Ah.,., gomawo. Aku baik – baik saja.” Jawabnya sesaat setelah meminum susu  kotak yang kuberikan. “kau sungguh tidak mengenalku?!” Sambungnya

“Eh.. apa kita pernah bertemu?” Jawabku  heran

“Ah..a..anni. tentu saja belum pernah.  Hehehe,,,” ucapnya terbata – bata sambil menggaruk bagian belakang kepalanya dan tertawa.

“Hye ji imnida!!” Sebutku sambil mengulurkan tanganku ke arahnya.

“Woo!!! Eh… Ryeowook imnida”

“Ah. Apa yang sedang kau baca?” Tanyaku

“Oh.. ini Naruto. “ ucapnya sambil menunjukan cover komik tersebut.

“Huaaah.. aku juga suka membacanya. Itu adalah komik favorit ku.!!” Ucapku semeringah

“Aku tau… “

“Eh.. “ seruku dengan ekspresi bingung.

A..anni… maskudku dari ekspresimu tadi aku tau kau menyukainya.” Jawabnya cepat

“Oh… “ucapku sambil mengangguk

“Bagaiman kau bisa menyukai bacaan anak laki – laki?!’ Tanya nya

“Ini.. karena seseorang ..”

“Seseorang?? “Ucapnya penuh Tanya

“Iya… seseorang yang ku kenal dulu…. Tapi dia pergi meniggalkanku.. “Jawabku sedikit muram

“Eh… kenapa ekspresimu seperti itu… apa dia orang yang penting untukmu??” Sambungnya

“Ah…bagaimana aku menjelaskannya.. sudahlah,,, sepertinya sebentar lagi bel masuk berbunyi.. aku duluan ya… lain kali pasti ku ceritakan.,” ucapku sambil membenahi kotak bekal yang sudah kosong itu. Dan bergegas masuk kelas.

~hye ji pov~

“Kenapa aku ini…?? Kenapa aku seolah enggan menceritakan tentangnya pada orang lain.. apa karena aku tidak ingin terus mengingatnya?? Dia memang jahat padaku, karena pergi tanpa kabar,, tapi aku merindukannya…

Hampir satu bulan aku melwati hari-hariku di universitas hanguk,. Tentu saja diwarnai dengan kejahilan – kejahilan si Siwon.. untung lah Ryeowook selalu membantuku…

~Hye Ji Pov~

“bagaimana ini hari ini kepalaku sedikit pusing, mungkin karena hujan kemarin” ucapku dalam hati

“hey hye ji, apa kau baik-baik saja” ucap Eun Ra “wajahmu terlihat pucat,”sambungnya

“benarkah, mungkin karena kemarin kehujanan” jawabku sambil memegangi pipiku

Kemudian Didepan kelas pada jam istirahat Siwon membaca sebuah kalimat yang panjang. Entah  dari mana ia mendapatkannya.

“Dalam kesendirian ini.. ku merasakan bahwa aku sangat merindukannya… tapi apa jadinya bila semua ini hanyalah aku yang merasakannya.. Taukah kau.,… Aku sangat ingin bertemu denganmu.. wahai Cinta Kecil ku… Aku tak tau dimana keberadaanmu sekarang.. tapi bayangan saat kita pertama bertemu selalu menghantuiku……”

“Hahahahah… Apa ini??” Seseorang tertawa dengan puasnya di depan kelas. Setelah mambaca kalimat barusan. Disambut dengan Tawa Semua siswa di ruangan.

“Andweee… Sepertinya Aku mengenal kata-kata itu…. “teriakku dalam hati

“Ya,, kim hye ji…. Apa yang  kau tulis ini” Ucap Siwon, di iringi Tawanya

Dan menunjukan Buku kecil bersampulkan kupu – kupu berwarna Ungu.

“oh,, tidak!!! Itukan Diaryku… bagaimana???!!!” Dengan segera aku berlari kearah Siwon dan berusaha mengambil kembali Diary itu.” Tapi dia tidak mau memberikannya.  Dan Diary itu pun Semakin jauh dari jangkauan ku karna dia mengulurkan tanggannya ke atas. Maklum karena tinggiku hanya 160cm, sedangkan dia kurasa lebih dari 180cm. kini sahabatku eun ra juga tidak dapat melakukan apapun karena di juga tidak sampai untuk membantku mengambil diary milikku dari tangan siwon.

“Hentikanlah Siwon.. kenapa kau tak berhenti saja menggangu nya..” Ucap Ryeowook.

“Hey, Kim Ryeowook kenapa kau selalu saja membelanya’ ucap siwon sedikit kesal

“Lalu kau sendiri?? Untuk apa kau selalu mengganggunya. Ini tidak Penting, Untuk apa mengganggu gadis seperti dia” Ucap Ryeowook datar

“apa.. tidak penting, gadis seperti dia…??! Apa maksudnya ini?! Bagaimana bisa ryeowook mengatakan hal seperti itu!! Padahal dia yang selalu membelaku. Tapi kenapa kali ini seolah dia acuh padaku” Ucap ku dalam hati..

“ya  kim ryeowook!!!. Aku memang Tidak penting??!! Memang kau kira siapa kau??” Teriakku di hadapan Keduanya. Tapi apa yang terjadi Setelah aku mengatakan hal – hal itu ryeowook langsung berlalu meniggalkan kelas dengan ekspresi wajah  yang Sangat Muram. diSusul dengan Siwon dan Donghae

~hye ji pov~

“Dia itu,. Choi Siwon,  Sejak pertama masuk Perguruan tinggi ini,  memang selalu mengganggu ku..tapi tunggu.. sepertinya ada maksud lain di balik semua ini. Kenapa jika aku hanya sendiri dia tidak pernah menggangguku, kecuali jika anda Eun ra pasti dia sudah bertindak yang tidak wajar padaku. Sepertinya ada sesuatu antara dia dan eun ra. Tapi hari ini adalah yang terburuk. Bagai mana tega di membacakan Diary ku di depan kelas. Dan Ryeowook ada apa dengannya, kenapa di berbicara seperti itu.  Aku tak bisa memaafkan mereka.” Seru ku dalam hati, sambil membenahi isi tas ku, aku tidak bisa menunggu sampai jam kuliah selesai, airmata ini tidak berhenti mengalir. Kepalaku sedikit pusing. “Ah bagaimana ini??” seruku dalam hati

“hey hye ji.. kau mau kemana?” Tanya sahabatku Eun Ra

“ah,, anni,, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan mata kuliah sampai akhir hari ini, nanti aku pinjam catatanmu ya” jawabku

“Ne,, baiklah, kau yakin tidak apa-apa, bagaimana kalau aku antar?” sarannya

“Gwaenchana… aku bisa pulang sediri, gomawo” jawabku lalu meniggalkan kelas

~Eun Ra pov~

Bagaimana ini,, aku sedikit khawatir,  bagaimana kalau terjadi sesuatu. Wajahnya sangat pucat. tapi dia keras kepala, tak mau juga aku antar, aku harus melakukan sesuatu” gumamku dalam hati

Aku melangkan keluar kelas,, mengitari setiap sudut universitas dengan tegesa-gesa.. “dimana dia” Tanya ku dalam hati sambil melihat kesetiap sudut lingkungan universitas.

dalam perjalanan aku melihat sosok Siwon dan bertanya padanya. “Siwon.. ma’af mengganggumu.. apa kau melihat Ryeowook” tanyaku

“untuk apa kau mencarinya??? bukankah jelas” ada aku dihadapanmu??? jawabnya dengan nada menggoda

“apa maksud pria yang slalu mejahili Hye Ji ini??, apa dia sudah gila” gumamku dalam hati “ah tidak.. ada hal yang harus aku sampaikan padanya” seru ku

“tapi aku juga ingin menyampaikan sesuatu padamu” jawabnya kali ini dengan nanda yang sedikit serius dan ragu”

“tidak bisa.. ini masalah Hye ji dan lebih penting.. nanti saja bicaranya Ok.. sekarang kau harus beri tahu aku dimana Ryeowook” desakku pada siwon

“ah.. baiklah.. biasanya dia ditaman dibawah pohon pinus sedang membaca atau hanya melamun. namun setelah kau menememuinya.. kau…kau.. harus menjadi milikku” ucapnya cepat dan kemudian bibirnya sudah mendarat dipipiku kemudian berlari

“yaa.. apa yang kau laukan pabo…!!!”teriakku yang hanya melihatnya berlari menghindar. “ada apa ini,, kenapa pipiku terasa panas dan jantungku berdetak semakin cepat” gumaku dalam hati “ah.. tidak.. tidak” aku menggelengkan kepalaku “aku harus mencari Ryeowook

setelah kejadian itu.. aku pun berusaha mencari Ryeowook ditempat yang sudah Siwon beritahukan padaku.

 “itu dia”ucapku dan terpaku pada satu sosok pria yang duduk bersandar dibawah pohon pinus melihat kearah rerumputan dengan pandangan kosong”

“hey Kim Ryeowook” panggilku dan membangunkannya dari lamunan. Pria itu mengarahkan kepalanya perlahan kearahku… dia terlihat muram, entah apa yang terjadi.

“ada apa” ucapnya seolah terganggu akan kedatanganku

“Hye Ji pulang, tapi aku sedikit khawatir. Dia kehujanan kemarin, Wajahnya pucat, dia bilang sedikit pusing, aku menawarkan ingin mengatarnya. Tapi dia tidak mau.  Aku takut terjadi sesuatu padanya. Ucapku panjang lebar. Setelah mendengar ucapanku pria itu langsung bangun dari tempat tempatnya dan berlari meninggalkanku. Berlari sekuat tenaganya, terlihat pula raut wajah yang penuh kekhawatiran.

authot pov~

Setelah eun ra menemui Ryeowook diapun kembali untuk masuk kelas namun dalam perjalanan dia sediki terganggu dengan kejadian tadi.. dia masih memikirkan hal yang dilakukan Siwon padanya “ada apa ini.. kenapa aku terus memikirkan kejadian itu…” gumam eun ra dalam hari

Namun tanpa sadar Siwon sudah berada dihadapan eun ra “bagaimana? Apa  kau sudah menemukannya?? Kini giliran kau yang harus datang kepadaku” ucap siwon

“aa.. apa maksudmu??? Kenapa kau bicara seperti itu???” seru  eun ra penuh tanda Tanya

“apa kau tidak menyadarinya?? Selama ini aku selalu memperhatikanmu,,, aku.. aku menyukaimu.. jadi aku ingin kau menjadi milikku” tukas siwon

“mwoo???” eun ra membulatkan matanya “bukan kah kau selalu mengganggu Hye ji.. aku kira kau menyukainya?”

“ya.. apa kau bodoh??? Bagaimana kau bisa berfikir aku menyukai Hye Ji,, semua ini aku lakukan untuk mendapatkan perhatian darimu” ucap Siwon panjang lebar “lalu bagaimana?? Apa kau mau menjadi milikku???” sambungnya

“eemmh…apa kau sungguh-sungguh??? Aku tidak mau jika hanya untuk bahan permainanmu seperti yang kau lakukan pada sahabatku” jawab Eun ra

“tentu saja tidak akan,, itu semua demi mendapatkan perhatian darimu,, aku sungguh – sungguh padamu” kemudian siwon menggenggam tangan eun ra

“tapi kau juga jangan melakukan hal bodoh lagi pada sahabatku” kini eun ra menggoda siwon dengan tersenyum

“aku tidak akan melakukannya lagi jika kau sudah menjadi milikku, jadi bagai mana??” Tanya siwon

“umh.. baik lah.. kau mau menjadi milikmu” eun ra pun mengangguk dan tersenyum

“benarkah…???”siwon tertawa girang kemudian dengang cepat medaratkan bibirnya pada bibir eun ra.. eun ra yang kaget pun terlihat membelalakan matanya. Kemudian mendorong sedikit badan Siwon dengan kedua telapak tangannya,

“ya. Apa yang kau lakukan??? Ini masih dilingkungan universitas” seru eun ra

“ah., ma’af aku terlalu bahagia” siwon hanya bisa menggaruk bagian belakang lehernya. Kemudian mereka merasa bahwa hal itu lucu, tertawa malu – malu bersama.

@perjalalanan

~Hye Ji Pov~

Dengan kepala yang sedikit pening aku berusaha mengayuh sepedaku perlahan,,

“Tapi.. ada apa dengan ekspresi wajah Ryeowook tadi?! Kenapa Ekspresinya begitu Murung.. Seperti kehilangan sesuatu yang berharga baginya… ah.. apa yang ku fikirkan #sambil menggelengkan kepala…# masa bodo dengannya” sepertinya aku tidak dapat melanjutkan perjalananku,, ini terasa sulit, kenapa sepedaku sangat berat hari ini,, apa tenagaku saja yang sudah habis… sebaiknya aku berhenti dulu. Kepalaku pusing.. aku bersandar pada sebuah pohon pinus. *Perlu diketahui,,  Ceritanya Sepanjang jalan menuju universitas memang penuh dengan pohon pinus.* aku kembali memikirkan kejadian tadi, “kenapa..kenapa ekperesi wajahnya sangat aneh??” kenapa hatiku juga sakit mendengar perkataannya *flash back* “Lalu kau sendiri?? Untuk apa kau selalu mengganggunya. Ini tidak Penting, Untuk apa mengganggu gadis seperti dia”, “tidak penting, gadis seperti dia” kata-kata yang terngiang ditelingaku. Itu kata-kata yang bisa.. tapi kenapa perasaanku seperti ini”

~****~

“hey bukie apa yang kaulakukan??”

“ya.. kenapa kau memanggilku seperti itu, namaku Hye Ji.. kim Hye Ji…”

“apa salahnya, kau sendiri memanggil nama ku asal”

“hehehehe” gadis kecil itu tertawa“wookie apa yang sedang kau baca?” lanjutnya

“lihatlah.. kau memangil ku seperti itu, ini komik Naruto, cobalah baca.. pasti kau suka”

“ini kan untuk anak laki-laki, kenapa kau menyuruhku membaca ini”protes gadis kecil itu

“coba saja dulu.. pasti kau suka”

“baiklah.. tapi aku punya syarat.. jangan panggil aku Bukie lagi. Apa itu.. nama yang aneh… apa artinya nama itu”? Tanya gadis kecil itu

“kau sendiri kenapa memanggilku Wookie??, kau salah.. tentu saja Bukie memiliki arti untukku,” jawab anak laki-laki itu

“lalu apa artinya?”

“Bukie adalah singkatan yang berati Ibu Wookie atau nyonya Wookie, karna suatu saat aku akan menikahimu dan kau akan menjadi Nyonya Wookie,, hehehehe”Jawab anak laki-laki itu sambil tertawa kecil

“hah.. kau ini… kau bicara seperti itu saat kau akan meninggalkanku… kudengar besok keluargamu akan pindah ke luar negri”

“tunggulah aku.. aku pasti akan kembali untuk mu my Bukie”ucapnya sambil tersenyum

“Janji?? kalau begitu ayo ikat kelingking perjanjian”seru gadi kecil itu

“baiklah… oya,, ini komiknya aku berikan padamu.. jangan sampi hilang ya… kau harus membaca ini untuk menghilangkan rasa sepimu.  Dan jangan lupa.. kau harus ingat nama asliku.. apa kau tidak mau mengingat nama calon suamimu??? Sejak pertama bertemu kau langsung memanggilku Wookie. Apa kau tidak ingin tau nama asliku??”ucapnya panjang lebar

“baiklah” gadis kecil itu menganggukan kepalanya

“ingat namaku Ryewook, Kim Ryeowook”ucapnya tegas

~****~

“Mianhae Bukie_ah”terdenga suara yang tidak asing bagiku

Aku membuka mataku perlahan. Melihat sekelililng danTernyata aku tertidur dibawah pohon pinus ini “Apa yang tejadi apa aku bermimpi? annia.. itu adalah hari terakhir aku bertemu Wookie.. kenapa tiba-tiba berada dalam mimpi?”gumamku dalam hati

“Mianhae…apa kau baik-baik saja”Tanya seorang pria yang kini tampak dengan jelas berada di hadapanku

“Ryeo…Ryeowook” aku membuka lebar kedua mataku karena teringat sesuatu ”Neorago?? Ryeowook, Wookie_ah?! Ucapku perlahan diiringi turunya butiran-butiran airmata dari kedua mataku.

“Ne.. ini aku Bukie_ah.. kau sudah ingat??” ucapnya sambil membenamkan tubuhku dalam pelukannya.

“Mianhae.. aku tidak menyadarinya… aku terlalu takut untuk memikirkanmu sehingga timbul kekecewaan yang berlebihan padaku untuk mu…”ucapku dengan penuh isak tangis

“nado mianhae,,, karena tidak memberimu kabar selama ini… ini salahku. Aku tidak akan meniggalkanmu lagi Bukie.. karna kau adalah mililkku.. Neorago, milliku yang berharga” ucapnya sambil membelai lembut rambutku, lalu menggenggam kedua pipikku mengarahkan wajahku kearahnya.. mata kami saling beradu. Kemudian..

 ~CHU~  tak lama bibirnya yang be8rwarna kemerahan menyentuh bibirku, memberikan ciuman manisnya padaku.

~Ending~

Gimana kekekeke… Comment ya… ^^